Tari Barong dan Keris

28 Apr 2013

Tarian Barong menggambarkan pertarungan antara “kebajikan melawan “kebatilan”. Barong adalah makhluk mithologi yang melambangkan “kebajikan”, sedangkan Rangda adalah yang maha dahsyat, yang melambangkan “kebatilan”.

Gending Pembukaan

Barong dan kera sedang berada di dalam hutan yang lebat, kemudian datang tiga orang bertopeng yang menggambarkan sedang membuat keributan dan mrusak ketenangan hutan. Mereka bertemu dengan kera dan akhirnya berkelahi, dimana kera dapat memotong hidung salah seorang dari mereka.

Babak Pertama

54693c4067ebdc74536ae83766c0a67b_barong1

Dua orang penari muncul dan mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangda yang sedang mencari pengikut-pengikut Dewi Kunthi yang sedang dalam perjalanan menemui patihnya.

Babak Kedua

Pengikut-pengikut Dewi Kunthi tiba. Salah seorang pengikut Rangda berubah menjadi setan (semacam rangda). dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunthi yang menyebabkan meeka bisa menjadi marah. Keduannya menemui patih dan bersama-sama menghadap Dewi Kunthi.

Babak Ketiga

Muncullah Dewi Kunthi dan anaknya Sahadewa. Dewi Kunthi telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunthi tidak sampai hati mengorbankan anknya kepada Rangda. Tetapi setan( semacam Rangda) memasukkan roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunthi bisa menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya serta memerintahkan kepada patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Dan patih inipun tak luput dari kemasukkan roh jahat oleh setan ke dalam hutan dan mengikatnya di muka Istana Sang Rangda.

4dc658b364684da30e454f5a8a1703fa_barong2

Babak Keempat

Turunlah Dewi Siwa dan memberikan keabadian kepada Sahadewa dan keabadian ini tidak diketahui oleh Rangda. Kemudian datanglah Rangda untuk mengoyak-koyak dan membunuh Sahadewa tetapi tidak dapat dibunuhnya karena kekebalan yang dianugerahkan oleh Dewa Siwa. Rangda menyerah kepada Sahadewa dan memohon untuk diselamatkan agar dengan demikian dia bisa masuk sorga. Permntaan ini dipenuhi oleh Sahadewa dan Sang Rangda mendapat sorga.

Babak Kelima

a551c36e129c70b3dd6ec285032d7ab4_barong3

Kalika adalah seorang pengikut Rangda menghadap Sahadewa. Penolakan ini menimbulkan perkelahian, dan Kalika merubah rupa menjadi “Babi Hutan”. Sahadewa mendapat kemenangan, kemudian Kalika (Babi Hutan) ini berubah menjadi burung tetapi tetap dikalahkan. Dan akhirnya Kalika (Burung) berubah lagi menjadi Rangda. Oleh karena saktinya Rangda ini, maka Sahadewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Sahadewa berubah rupa menjadi Barong. Karena sama saktinya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda ini tidak ada akhirnya, dan dengan demikian pertarungan dan perkelahian ini berlangsung terus abadi, antara “Kebajikan melawan “Kebatilan”. Kemudian muncullah pengikut-pengikut Barong yang masing-masing membawa keris dan hendak menolong Barong dalam pertarungan melawan Rangda. mereka ini semuanya pun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda. Sekian

Dikutip dari Pertunjukkan Tari Barong dan Keris “Sahadewa”


TAGS Kesenian


-

Author

Follow Me