Bagai Serigala Berbulu Domba

29 Dec 2013

Honda CB150R bantu atasi phobiaku

Memangnya benar ya kalau Honda CB150R itu anaknya Honda CBR150R? Maklum sih, kedua motor itu serupa tapi tak sama. Ibarat pepatah “Bagai pinang dibelah-belah” :D Pertanyaan tersebut sering terbelesit di benak beberapa orang termasuk aku saat pertama kali Honda CB150R itu diluncurkan. Hampir tidak pernah terbayangkan olehku saat ini salah satu dari 4 varian motor itu ada di garasi samping rumahku. Mrinding sih awalnya saat masku memutuskan untuk membeli motor itu, soalnya waktu pertama kali lihat body si motor itu terlihat tinggi, besar dan kokoh, mirip dengan bapak-bapak TNI kita nih :D Seakan penuh keberanian dalam menghadapi semua musuh yang akan membahayakan NKRI ini.

Pasukan TNI PBB untuk LebanonBody CB150R tinggi, besar, dan kokoh mirip pasukan TNI

Tepatnya bulan Juni lalu di tahun 2013 ini, masku memutuskan untuk menjual Vario technonya yang laku dengan harga 13.700.000, awalnya sih agak kecewa kenapa kok masku memutuskan untuk menjual motor Varionya itu, namun setelah ia mengatakan bahwa akan beli CB150R, aku langsung berusaha menghasutnya agar segera mewujudkan niatnya. :D Ya kali aja bisa pinjam motor itu buat pergi ke sekolah atau main kerumah temen (temen tapi mesra) :D . Aku pikir motor ini akan cocok sekali saat digunakan masku kerja nantinya. Masku yang bekerja di KSP ini sebagian besar waktunya dihabiskan di jalanan, sehingga memerlukan kendaraan yang canggih, irit, serta mampu mengatasi segala tantangan kondisi jalan.

Pada hari itu kira-kira pukul 6 sore motor impian itu datang bersama teman-temanya diatas mobil gundul bertuliskan nama dealer. Langsung mrinding saat pertama kali memegang langsung body si motor, maklum aja sob sebelumnya aku hanya binya ngliatin body motor lewat gambar di brosur. Nampaknya benar dugaanku, motor ini adalah anaknya Honda CBR150R, sedikit banyak motor ini memang memiliki beberapa kesamaan. Tapiii ngomong-ngomong siapa ya ibunya? :D Sudahlah lupain pertanyaan itu, yang penting sekarang motor impian itu telah resmi masku beli, walaupun dengan sistem pembayaran kredit sih. :D Tidak lama kemudian motor itupun ditinggal oleh teman-temannya yang lain diatas mobil gundul untuk pergi ke tuannya masing-masing. Si bapak nampaknya tidak sabar segera mencoba kecanggihan motor itu, namun bapak terlihat kesusahan saat harus naik diatas jok motor. :D Wah ternyata bapak ketularan keren, bapak terlihat lebih muda 10 tahun (walaupun udah dikurangi 10 tahunpun bapak masih tetap tua sih) :D Motor itupun diparkirr didepan rumah, sambil dipantengin seluruh anggota keluargaku yang daritadi melihat body atletis si motor, takutnya sih ada yang lecet sob.

CB150R FURIOUS REDHonda CB150R furious red milik masku

Ehempp kayaknya motor itu menantangku untuk mencoba kecanggihan si mesin, oke aku ladeni. E e e . . . belum sampai pantatku ini bersentuhan langsung dengan jok si motor aku sudah diperingatkan masku untuk berhati-hati soalnya body motor itu berat. Saat pertama kali aku menyalakan sendiri mesin motor itu terdengar getaran suara motor yang terdengar kereng (garang) tapi alus terbayang olehku seseorang dengan tampang preman namun hatinya beriman. :D Aku coba memasukkan persneling satu dan menarik gasnya pelan-pelan. Lho kok, lho kok, lho kok motor ini terasa enteng namun padet ya, padahal waktu aku nahan motor itu pakai kaki beratnya setengah mati. Saat dipacu dengan kecepatan tinggipun motor terasa sangat seimbang dan kokoh, sama sekali tidak goyang atau dalam istilah jawa hiyat hiyut, terasa keseimbangan antara kapasitas mesin motor, kenyamanan serta keamanannya saat dikendarai. Dulu pernah sih sebelum naik motor ini aku dipinjami motor laki juga oleh temanku, awalnya sih nyaman saat dikendarai, namun saat dipacu dengan kecepatan tinggi seakan body si motor terasa goyang dan koyah, tapi bukan koyahnya soto ya (koya kali) :D Wah mantab nih motor baru masku ni buat mejeng di sekolahan nantinya. E e e . . . e lagi e lagi belum sempet aku mengutarakan niatku itu, masku sudah melarangku untuk membawa motor ini pergi maen atau pergi ke sekolah. Huftt, pupus sudah harapanku, percuma aku dulu menghasut masku buat beli ini motor kalau aku tetap saja hanya bisa memandang dan memegangnya tanpa bisa membawanya buat berpetualang. Seakan penuh dendam, esok paginya aku tidak mau lagi disuruh-suruh buat memanasi mesin motor lagi seperti yang aku lakuin sebelumnya. Cuihh ogah banget aku memanasi mesin motor ini kalau aku tetep tidak boleh meminjammnya buat pergi ke sekolah. hehe

Tiga bulan berlalu tiada yang berubah dari nasib malangku itu. Motor impianku itu hanya bisa kulihat keluar masuk garasi ditunggangi pemiliknya sendiri. Namun mau apa lagi, toh bila aku sendiri yang jadi masku pasti aku sudah ngelakuin hal yang sama. Seperti biasanya setiap pagi aku berangkat sekolah naik motor Supra lawasku ini. Setibanya di sekolah aku dihampiri temanku yang pada kenaikan kelas lalu berhasil meraih paralel 1 di sekolahan kami. Dengan wajah yang penuh semangat ia mengajakku untuk ikut Lomba Cerdas Cermat (LCC) Lingkungan Hidup yang akan diadakan di SMAN 1 Grogol. Grogol? Daerah mana tuh? aku belum pernah dengar sebelumnya. Ow itu mungkin daerah di sebelah kota kediri sana pikirku. Aku setuju dengan tawaran temanku itu, dengan harapan aku bisa menyumbangkan 1 buah piala untuk SMAN 1 Pare. Setiap pulang sekolah aku dengan timku yang berjumlah 3 orang berkumpul di perpustakaan sekolah untuk mempersiapkan materi yang kami persiapkan untuk LCC itu.

Supra tahun 1999Motor Supra yang biasa aku kendarai ke sekolah

Hari ini adalah H-2 sebelum LCC itu berlangsung, sungguh malang nasibku ketika aku ditugasi sekolah untuk pergi kesana buat mendaftarkan tim dari sekolahan kami. Namun tak apalah sesekali refreshing tidak ikut pelajaran dulu sebelum LCC itu berlangsung, lagipula mungkin sekolah itu di daerah kota kediri yang jaraknya tidak terlalu jauh. Aku berangkat diboncengi temanku yang bukan anggota tim LCC dengan naik motornya, cuaca hari itu sangat mendukung perjalanan kami. Saat dijalan aku diberi pesan lewat SMS oleh salah satu anggota timku di sekolah, bahwa pada saat tim kami berangkat ke Grogol 2 hari lagi itu, kami harus naik motor sendiri-sendiri. Karena kendaraan sekolah kami sedang dipakai ke Surabaya. “Waduuh, gimana nih motorku aja motor tua yang tidak dapat melaju dengan kecepatan tinggi, trus gimana nih besok” pikirku. Akupun segera menanyakan lokasi SMAN 1 Grogol itu sebenarnya ada dimana, soalnya kalau terlalu jauh takutnya motor tuaku ini akan terlambat mengantar kami disana. Benar saja dugaanku, kata temanku SMAN 1 Grogol terletak di daerah perbatasan Kab.Kediri dengan Kab.Nganjuk. Gilaa, jauh banget tuh kira-kira 40 km dari sekolahanku. Mampus deh giamana nih aku besok, mau pinjem motor siapa nih buat perjalanan sejauh itu, kalau pinjem motor temanku disekolahan resikonya terlalu besar. Pikiranku seakan-akan mau pecah saat tau semua itu, ingin rasanya mengundurkan diri dan membatalkan niatku untuk ikut LCC tersebut. Tapi, ini semua sudah terlanjur, nasi sudah menjadi nasi goreng :D daripada aku berhenti di tengah jalan lebih baik aku lanjutkan saja.

Panas rasanya pantat ini terlalu lama bersentuhan dengan jok si motor, sudah 30 menit perjalanan kami belum sampai juga. Weladalaah, “ngapain ada jalan seperti ini, siaal banget nih, gak ada jalan lain ngapa”. Terlihat didepan mataku sebuah Sungai Brantas yang membentang luas di bawah jembatan kecil yang mungkin ukurannya hanya 2 meter lebih sedikit. Jujur aja nih sob dulu aku sedikit phobia kalau lewat jembatan sempit seperti ini, bahkan sampai sekarang masih ketakutan. Mendingan cari jalan lain sih daripada harus melewati jembatan seperti ini. Kalau lihat jembatan seperti ini, teringat masa kecilku dulu ketika aku masih belajar sepedha onthel (flashback dulu ya). Dulu aku termasuk anak yang penakut sekali saat disuruh belajar naik sepedha, bahkan dulu aku baru bisa naik sepedha onthel baru kelas 3 SD. Namun, capek juga sih kalau berangkat sekolah harus jalan kaki ters karena belumm bisa naik sepedha sendiri. “Ketakutan bukan untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi” pikirku awalnya.

Setiap pulang sekolah aku selalu berusaha menyempatkan diri untuk belajar naik sepedha, dengan bantuan masku yang selalu menolongku ketika jatuh membuatku semakin semangat dan tidak menghiraukan ejekan temanku yang sudah mahir naik sepedha. Ternyata, naik sepedha tidak sesulit yang aku bayangkan, dalam waktu 1 minggu aku sudah bisa naik sepedha sendiri, walaupun jatuh bangun terus sih. :D Senangnya saat pertama kali baru bisa naik sepedha, kemana-mana ingin selalu bersamanya. Pernah pada suatu saat, aku sangat ingin bersepedha di jalan raya, namun aku juga harus melewati jembatan kecil yang menghubungkan desaku dengan jalan raya itu. Awalnya aku sangat takut, soalnya aku belum terlalu mahir naik sepedha. Namun seprti komitmenku sejak awal bahwa ketakutan itu harus dihadapi, aku memberanikan diri untuk menyebrang. Nampaknya pikiranku meleset, aku tidak bisa mengendalikan sepedhaku untuk berjalan lurus diatas jembatan yang berukuran sekitar 1.5 meter itu, aku bersama sepedhaku langsung terperosok jatuh kedalam sungai. Untung saja ada salah seorang tetanggaku segera menolongku, saat kubuka mataku dan kulihat sekelilingku, kulihat sepedhaku sudah patah, sandalkupun hilang hanyut terbawa aliran sungai. Itulah yang membuat aku phobia dengan jembatan kecil. Bagiku “ketakutan bukan untuk dihadapi lagi, melainkan untuk dihindari lagi”.

jembatan sungai serinjingJembatan dekat rumahku yang sempat membuat aku phobia

Baiklah, kita lanjut ke ceritaku awal tadi. Aku sempat menyuruh temanku berhenti sejenak di pinggir jembatan itu, aku malu untuk bilang kalau aku sedikit takut lewat jembatan itu. Akhirnya aku hanya bisa menutup mata saat temanku memboncengku melewati jembatan itu. Haaah untunglah kejadian dulu tidak terulang lagi, aku lega aku bisa melewati jembatan itu walaupun harus menutup mata. Perjalananpun kami lanjutkan ke tempat tujuan.

Sesampainya kembali di rumah, aku masih memikirkan kendaraan yang harus kubawa saat berangkat kesana besok. Kalau aku nekad berangkat naik motor Supraku bisa-bisa aku terlambat datang kesana. Aku mencoba membicarakan maslahku ini dengan ibuku, barangkali ibuk bisa membantuku mencari solusi. Weladalahh, aku malah disemprot ibuku, ibuku justru melarangku untuk ikut LCC karena jaraknya yang terlalu jauh, ibu tidak tega membiarkan aku berangkat memakai motor sendiri. Aku sudah menjelaskan semuanya kepada ibuk, namun ibuk nampaknya masih belum tega membiarkanku berangkat.

Malam ini adalah malam sebelum aku harus berangkat mengikuti LCC besok. Semua persiapan telah aku lakukan yang terbaik demi menyumbangkan piala pertama buat sekolahku. Semua sudah siap kecuali restu dari ibuku, ibuk terlihat belum mengijinkanku untuk berangkat besok. Aku hanya bisa merenung memikirkan apa yang terjadi besok, namun entah karena kemasukan setan apa tiba-tiba masku melemparkan kontak dan STNK motornya kepadaku. Dengan tidak banyak kata-kata masku meminjamiku motor buat kendaraanku hari esok. Aku sangat tidak menyangka masku akan meminjamiku motor CB150Rnya. Ibukupun juga telah mengijinkanku untuk berangkat mengikuti LCC itu. Senang dan tidak pernah terpikir olehku sebelumnya melihat ibuk dan seluruh anggota keluargaku mendukungku seperti ini. Sudah tidak ada lagi beban pikiran yang harus kutanggung dalam menghadapi LCC besok, aku jadi semakin yakin dan percaya diri.

Besok paginya, aku bersama timku yang berjumlah 3 orang berangkat pukul 07.00 pagi, kami ditemani oleh satu orang guru pendamping. Pada saat itu, yang mendampingi kami adalah guru Biologi, namanya Bu Ery. Beliau berangkat diboncengi oleh Huda (salah satu anggota timku), sedangkan aku memboncengi Winda. Hari itu, aku seakan-akan merasa cowok paling keren di sekolah. Aku merasa percaya diri menantang hari dengan motor pinjamanku ini. :D Perjalananpun kami mulai, sesekali aku mencoba ketangguhan si motor dengan menyalib beberapa truk di jalanan. Sangat berbeda rasanya saat membawa motor ini, walau jika dilihat dari body motor yang tinggi besar, namun tidak mengurangi kelincahan motor saat digunakan berkendara. Saat dipacu dengan kecepatan tinggipun, motor ini terasa anteng, bagiku sungguh komposisi yang pas. Tidak kemanisan juga tidak terlalu pedas (memangnya rujak?) :D Motor ini seakan-akan terus menantang seberapa besar nyaliku dalam berkendara, dan aku telah menjawab tantangan itu, tidak ada halangan yang bisa merintangi perjalananku ini. Namun, aku lupa bahwa dalam perjalananku itu, aku harus melewati jembatan kecil itu lagi.

Benar saja, lagi-lagi perjalanku terhenti di pinggir jembatan itu. Jika sebelumnya aku bisa melewati jembatan ini dengan tutup mata, namun tidak untuk hari ini, karena disini aku berada dalam posisi membonceng temanku. “Masa aku harus nyebrang sambil tutup mata, justru malah bisa kejebur ke sungai lagi nih” pikirku. Aku benar-benar tidak bisa melawan ketakutanku saat itu, sangat terbayang jelas saat aku terjebur ke sungai sekitar 10 tahun yang lalu. Ketakutan yang awalnya sangat siap aku hadapi justru gagal aku hadapi. Guru pendamping dan teman-temanku mencoba membantu melawan ketakutanku, namun seakan-akan semua itu hanya angin bau yang tidak berarti (kentut dong?). :D Aku masih takut dan akan selalu takut. Tiba-tiba teringat olehku dukungan besar yang telah dilakukan ibuk dan masku dirumah, masku telah mempercayai penuh pada diriku hingga aku dipinjami motornya saat ini. Ibuk juga telah memotivasiku agar bisa melakukan yang terbaik. Setelah beberapa saat, aku mencoba memberanikan diri melawan ketakutanku. Aku berdo’a terlebih dulu di dalam hati agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kuinginkan. Motor inipun perlahan-lahan mengantarku ke seberang. Puji Tuhan, ternyata semua tidak seperti yang aku takutkan, akhirnya aku bisa melewati jalan itu. Aku bisa melawan ketakutan yang selama ini ada di dalam diriku. :)

Setelah sampai di SMAN 1 Grogol, aku dan timku berusaha memberikan yang terbaik buat sekolahan kami. Terlebih aku, banyak tantangan yang harus aku hadapi sebelum aku mengikuti LCC pada hari ini. Namun atas berkat Tuhan, semua itu bisa teratasi. Tahap demi tahap dalam seleksi LCC itu kami lewati dengan baik, bahkan sekolahan kami selalu mendapat poin teratas dalam setiap tahap dalam seleksi itu. Hingga akhirnya tim kami dapat menjadi juara 1 dalam LCC Lingkungan Hidup yang diadakan oleh SMAN 1 Grogol pada tanggal 22 November 2103 lalu. Sungguh puas rasanya aku bisa mendapatkan semua ini, niat awalku untuk menyumbangkan 1 buah piala untuk sekolah bisa terwujud. Akupun juga telah dapat menjawab semua tantangan yang ada dalam mengikuti LCC ini, semua berkat Tuhan. Aku juga sangat bersyukur diberikan kesempatan menjajal CB150R milik masku ini walaupun cuman 1 hari, namun telah memberikan pengalaman berkesan dalam hidupku.

LCC LINGKUNGAN HIDUPLCC Lingkungan Hidup di SMAN 1 Grogol

Alasan mengapa memilih Honda CB150R

Motor dewasa ini, setidaknya telah bergeser dari yang dulunya adalah kebutuhan sekunder menjadi kebutuhan yang sangat menunjang kegiatan manusia. Bagaimana tidak, hampir semua aktifitas kita di luar rumah cenderung menggunakan motor sebagai kendaraan yang mengantar kita. Mulai dari pergi ke tempat kerja, pergi ke sekolah, pergi belanja, pergi berwisata, atau bahkan pergi ke kamar mandi. :D Motor dipilih selain karena harganya yang terjangkau oleh ekonomi masyarakat Indonesia pada umumnya, juga karena kemudahannya saat dikendarai. Tinggal Naik, Nyetater, Nyampai :D Banyak pengalaman yang kita alami selama berkendara dengan motor kesayangan kita, salah satunya pengalamanku diatas dengan motor CB150R milik masku. Motor tidak hanya digunakan diatas jalan yang mulus, ada kalanya motor harus melewati jalan yang terjal, berlubang atau bahkan berlumpur. Oleh sebab itu diperlukan motor yang tidak hanya cepat, namun juga canggih, irit serta advance saat dikendarai.

80c58021996902ac584feee30462b25a_cb150rHonda CB150R Steetfire

Ini dia nih, motor keluaran terbaru Honda yang mengedepankan kecanggihan pada mesin motor yang sekaligus ramah lingkungan dengan sistem PGM-FI (Programmed Fuel Injection). Mengusung mesin legendaris CBR150R yang canggih, membuat motor ini lebih unggul dikelasnya. Dengan desain body yang tinggi, besar dan kokoh sangat menunjang kegiatan berkendara yang membutuhkan kecepatan dan kenyamanan saat dikendarai. CB150R hadir dengan 4 desain warna yang modern, lightning white, furious red, astro black dan speedy white membuat motor ini bagaikan serigala berbulu domba. Dimana kegarangan dan keresponsifan mesin motor dibungkus mulus dengan body mewah yang elegan sehingga terlihat jinak namun menantang :D Lebih lanjut, yuk kita intip spesifikasi mesin motor ini . .

Dimensi

Dimensi (P x L x T) 2.008 x 719 x 1.061
Jarak sumbu Roda 1.290 mm
Jarak terendah ke tanah 148 mm
Berat kosong 131 kg

Rangka

Rangka Innovative Truss Frame / Trellis
Suspensi depan Teleskopik
Suspensi belakang Lengan ayun dengan suspensi tunggal (Sistem Suspensi Prolink)
Ukuran Ban depan 80/90-17M/C 44P (Tubeless)
Ukuran Ban Belakang 100/80-17M/C 52P (Tubeless)
Rem depan Cakram hidrolik dengan piston ganda
Rem belakang Cakram hidrolik dengan piston tunggal

Mesin

Tipe mesin 4 Langkah DOHC, 4 Katup
Sistem pendinginan Radiator dengan kipas elektrik otomatis
Diameter x langkah 63.5 x 47.2 mm
Volume langkah 149.48 cc
Perbandingan kompresi 11.0 : 1
Daya maksimum 12,0 kW (16.3 PS) / 10.000 rpm
Torsi maksimum 12.6 Nm (1.28 kgf.m) / 8.00 rpm
Kopling Manual, wet multiplate clutch with coil spring
Starter Elektrik & kick starter

Kapasitas

Kapasitas tangki bahan bakar 12 liter
Kapasitas Minyak Pelumas Mesin 1,0 liter pada penggantian periodik
Transmisi 6 Kecepatan
Pola pengoperan gigi 1-N-2-3-4-5-6
Rasio perpindahan gigi Gigi 1: 3,083
Gigi 2: 1,941
Gigi 3: 1,500
Gigi 4: 1,227
Gigi 5: 1,041
Gigi 6: 0,923
Sistem suplai bahan bakar Injeksi (PGM-FI)

Kelistrikan

Aki 12V 5.0 Ah (tipe MF)
Sistem pengapian Full transisterized

Sumber : www.honda-ramayana.co.id

Setelah kita lihat spesifikasi mesin motor tersebut, saatnya kita lihat fitur-fitur dan kelebihan motor ini dibanding motor lain dikelasnya.

1. Speedometer

Desain speedometer Honda CB150R memiliki tampilan yang futuristik dan sporty, yang menambah kesan menantang pada motor ini. Disertai panel speed digital dan back light yang memudahkan pengendara membaca informasi si motor.

ea35ff9177cae5ae32f5afcab360105b_speedometer-honda-cb150r

2. Knalpot

Knalpot CB150R bergaya MoGe dan sporty, terbuat dari bahan stainless stell. Knalpot motor ini berwarna hitam yang dilengkapi cover berwarna silver yang memberikan keamanan kaki saat mengendarai motor ini.

1db0180fefcd1373073ca649321060a0_cb150r_2013_detail_04

3. Lampu Depan

Desain lampu depan motor ini, terlihat ramping dengan garis yang tajam, menambah kesan maco pada motor ini. Dengan desain lampu depan tersebut dapat memaksimalkan cahaya yang keluar dari reflektor, sehingga lebih nyaman dikendarai di malam hari.

5c481f7624887955817c6dac03ff44ee_headlamp-honda-cb150r

4. Velg

Desain velg pada motor CB150R ini berpalang 6 yang kokoh, sangat menunjang beban motor saat dikendarai di berbagai medan. Velg terbuat dari bahan alumunium berwarna hitam dilengkapi cakram di bagian depan dan belakang ban motor menambah rasa aman saat berkendara.

5. Pro-link

Ini dia nih rahasianya motor ini sangat stabil saat dikendarai dalam kecepatan tinggi di berbagai medan. Sistem suspensi pro-link pada motor CB150R ini mampu mengecikan goncangan pada tempat duduk sehingga motor lebih nyaman saat dikendarai. Dengan penempatan pro-link pada CB150R, motor ini memiliki kemampuan untuk dapat menyesuaikan diri di berbagai kondisi jalan.

9dd8dc99dae47baa3e0d43dcbbacd771_1308529_20130312094412

6. Truss Frame

Lihat nih sob, ini dia yang menjadi tulang punggung motor CB150R :D Terbuat dari bahan yang kuat dan kokoh yang dirancang untuk memberikan kestabilan sekaligus kelincahan saat dipacu dengan keceapatan tinggi.

2a3b9cb7cd3188d90d6d2f1dc8651d1f_bengkelsepedamotor-cb150r-11

7. Mesin

Mesin adalah nyawa sebuah motor. Mesin inilah yang menghidupkan si motor (ya iyalaaah) :D Mengusung mesng 1500cc,4-langkah,DOHC,6-Speed, dengan 4 katup membuat motor ini menjadi sangat bertenaga dan responsif. Dilengkapi dengan teknologi PGM-FI dari Honda membuat motor ini lebih irit dan ramah lingkungan.

146d8ce6b99b6b514be9f40ce2d97e51_mesin

Hidup memang penuh tantangan,530577f95b518bbcef7a6e1d939874c0_fb

Terkadang tantangan itu dapat kita lewati dengan mudah,

Namun terkadang, tantangan itu akan sangat sulit kita lewati,

Hingga berubah menjadi ketakutan yang besar,

Namun, jangan biarkan diri kita terus tenggelam dalam ketakutan,

Karena ketakutan itu adalah tantangan yang perlu ditaklukkan!


Referensi

Sumber gambar : Sebagian search in www.google.com sebagian lagi jepretan sendiri

Sumber spesifikasi mesin : www.honda-ramayana.co.id


TAGS motor canggih irit advance honda CBR150R


-

Author

Follow Me