• 9

    Apr

    Rp 10.000 Bagai Diri

    Tak dinyana, terik matahari menembus kulit tipisku setiap hari. Pagi-pagi kok panas, aneh?, gumamku. Jamku bernyanyi dengan keras menunjuk pukul 8 pagi. Aktivitas orang yang hanya ku pandangi tiada henti, berjalan ke sana ke mari, hilir mudik di sekitarku. Heran aku, tak satupun yang terlihat kepanasan seperti dioven 1 jam lamanya. Mereka seolah tak merasakan panas. Wajah-wajah mereka berseri, riang, tubuhnya kekar bertenaga. Tak lupa kawan setia yang menemani mataku tuk senantiasa tak berkedip, semangat mereka menyambut pagi, pakaian mereka yang sederhana,lusuh dan penuh bintik-bintik lumpur di semua sudut pandang. Sebagian dari mereka membawa benda mirip angka 7 di pundaknya, sabit, topi penuh seni anyaman bambu. Mereka saling lempar senyum, sapa, menambah kehangatan suhu di desaku. De
  • 9

    Apr

    Eksekusi Penciuman Orang Gila

    Sumber gambar Cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi. Firasatku ingin tuk kau cepat pulang kak ! Begitulah sms yang aku baca ketika berada di jalan raya dengan didampingi sepeda motorku. Secara spontan aku tidak menggubris sms dari bundaku tersebut. Dengan hati yang was-was, aku tetap melanjutkan perjalananku menuju tempat les. Memang ada pepatah yang mengatakan bahwa Hati dan firasat seorang ibu kepada anaknya tidak akan salah. Meskipun aku mengerti pepatah itu, tetap saja aku langgar. Ditengah-tengah perjalanan, aku merasa ada yang mengganjal dengan sepeda motorku. Beberapa saat kemudian, ban belakang sepeda motorku mengeluarkan suara menggelegar seperti bom. Dengan berat hati aku menuntun sepeda motor sialan itu. Dalam keadaan bingung, aku tidak sadar bahwa disekelilingku tid
  • 8

    Apr

    Pacar Saudara Kembar

    Siang yang cerah itu di kelas XI IPA SMA Maju, Fifi duduk terdiam dan termenungdibangkunya. Kejadian itu terjadi setahun yang lalu tepatnya waktu liburan tengah semester 2. Fifi bersama Rizy cowoknya pergi berlibur ke rumah nenek Fifi di Jawa Tengah. Sebelum berangkat Rizy dan Fifi mampir dulu di rumah Rizy untuk berpamitan kepada orang tua Rizy. mah, aku dengan Fifi mohon izin untuk pergi berlibur di rumah nenek Fifi ya Rizy, mama mengizinkan yang penting kamu harus hati-hati baiklah ma kami akan berhati-hati tante kami berangkat dulu pamit Fifi dengan berjabat tangan mencium tangan mama Rizy Mungkin tidak ada firasat apapun yang menaungi perasaan mama Rizy padahal pamitan Rizy kepada mamanya itu adalah pamitan yang terakhir. Belum genap dua jam Rizy dan Fifi pergi, telepon rumah R
  • 6

    Apr

    Akankah Terulang Lagi ??

    Krrriiinnggg…… Jam wekerku berbunyi, pertanda saatnya aku harus terbangun dari mimpiku. Pukul 04. 30 WIB aku menyudahi tidurku malam itu. Alhamdulillah….. Terimakasih Ya Allah, Engkau masih memberiku kesempatan menghirup udara segar-Mu pagi ini. Doa itulah yang selalu terlontar dari mulutku ketika bangun tidur. Meskipun lelah masih aku rasakan, aku berusaha bangun dari tempat tidurku. Rasa lelah itu seakan tak ku hiraukan, karena hari ini merupakan hari yang sudah lama aku tunggu tunggu bersama ke-3 sahabatku. Iya, karena hari ini merupakan puncak perayaan Dies Natalis di sekolahanku. Rasanya aku sudah tak sabar lagi ingin segera melihat penampilan kak Reno. Hhmm… Apa sahabatku juga merasakan yang sama sepertiku ? pikirku dalam lamunan. Rena… belum bangun kam
  • 6

    Apr

    Sebelum Aku Melihat Bintang

    Saat semua orang bertanya padaku Kamu ngapain sih ? dengan mudah aku menjawab Liatin bintang kali …. Gimana mereka mau ndak tanya begitu terus ke aku, kerjaanku itu melulu sejak aku pulang dari Study Tour-ku. Well, emang ndak bisa disalahin sih mereka, hampir karena emang tiap aku liat ke bintang aku ingat sama dia. Kyraaaa bugh.!tiba-tiba ada hantaman lembut di atas kepalaku, oh ternyata bantalku toh yang melayang. Tapi siapa yang ngelempar, saat aku menoleh dan melihat wong iku Haduh..jian kenapa sih Mas !. Seorang cowok tinggi dengan postur ideal yang ia buanggakan itu dengan santai menghempaskan dirinya diatas singgasanaku, diatas sofa-ku di balkon kamar. Aku yang sedang mencak-mencak gara-gara kelakuannya tadi kontan melakukan perlawanan, dengan memanjangkan kaki-kakiku un
  • 5

    Apr

    Eksekusi Terakhir

    Semua mata terlihat menahan derasnya air mata yang seakan-akan tak mau berhenti mengalir ke bumi. Segenggam bunga mawar, melati dan beberapa kembang lainnya ditaburkan di atas sepetak tanah berukuran 1 kali 2 meter itu. Hari itu, keluarga Ucup sangat sedih melihat anak bungsunya terbujur kaku dibalut dengan kesedihan. Kematian Ucup itu tidak lepas dari tragedi yang melanda SMK N 5 Tangerang 4 bulan yang lalu di saat setelah pengumuman kenaikan kelas. Seperti biasanya pagi itu Toni sedang memanasi mesin motornya di garasi depan. Ryan yang rumahnya tidak telalu jauh dari rumah Toni, sedang menunggu Toni di teras rumah sambil mendengarkan mp3 yang dicolokkan menggunakan earphone. Tak lama kemudian suara getaran mesin dari motor Kawasaki Ninja milik Toni tiba di depan rumah Ryan. Ryan seger
-

Author

Follow Me